3 Tutorial Mudah Setting Sokbreker Biar Enjoy

Tren shockbreaker dengan beragam pengaturan semacam compression, rebound serta preload saat ini makin marak. Pengaturan preload (kekerasan per) adalah fitur yang nyatanya telah ada dari motor jaman old. Nggak percaya? Coba tengok sokbreker kepunyaan Honda GL lawas! Tapi biar fitur-fitur suspensi ini nggak mubazir, serta dapat bekerja optimal, simak 3 tutorial mudah setting sokbreker di bawah ini yuk!

3 Tutorial Mudah Setting Sokbreker Biar Enjoy

Setting Preload Sokbreker dengan Kabel Tie
Preload adalah kondisi awal ketika jumlah tekanan yang diterima per sebelum menumpu beban penumpang. Ini untuk mengukur seberapa berat motor itu sendiri sebelum dinaiki serta ketika dinaiki. Jadi terkesan seberapa besar penurunan suspensi dari posisi awal.

Pasang kabel tie di as sokbreker. Lalu, atur semua setting sokbreker berada di titik nol atau posisi paling empuk. Tunggangi motor sambil diayun atau digenjot. Serta perhatikan posisi kabel tie, apabila mepet dengan karet stopper, artinya per terlalu empuk. Atur preload adjuster hingga enjoy, itu dulu. Terbaru, tes jalan untuk memastikan posisi kabel tie nggak hingga mentok karet stopper. 

Setelan Compression
Kalau settingan preload tetap tak jarang mentok, atur compression bakal menolong. Dengan memutar knob searah jarum jam dengan cara bertahap. Dengan begitu mekanisme suspensi untuk menahan pergerakan supaya turunnya suspensi dapat dibatasi. Pasti saja, perbuat test ride, nggak cuma digenjot biar hasil seksama. Rasakan bantingan sokbreker saat melalui jalan rusak. Serta perhatikan posisi kabel tie hingga nggak menempel lagi ke karet stopper.

Setting Rebound Shockbreaker
Seusai posisi kabel tie aman, kalian baru dapat mulai fokus ke pengaturan rebound. Dimana setingan ini adalah gerakan suspensi untuk kembali ke posisi awal sok atau menahan gerakan ke atas suspensi.

Cara termudah adalah test dengan melalui speed trap atau polisi tidur. Rasakan seusai melalui apakah terasa ada bandul berlebih semacam terpental atau nggak. Lalu kalian juga dapat merasakannya pas cornering. Kalau tetap terasa ada ayunan, artinya rebound tak lebih lembut jadi knob butuh diputar ke arah SLOW. Begitu sebaliknya.

Pengaturan compression serta rebound terbukti butuh insting yang kuat. Sebab kedua pengaturan ini saling terkoneksi jadi kadang kalian wajib meperbuat metode setting sokbreker yang benar, untuk memberi hasil yang lebih baik lagi. Jangan asal setel lagi ya. Optimalkan fitur sohckbreaker yang ada untuk hasil yang maksimal serta sesuai dengan gaya berkendara kamu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempuyung Penakluk Asam Urat

Cara Mendapat Paket Internet Xl Gratis

Khasiat Wortel Yang Jarang Diketahui Tak sedikit Orang